Senin, 10 September 2012

Listrik Rumah Tangga 450 -900 VA tidak Naik


MI/Rommy Pujianto/ip

JAKARTA--MICOM: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan rencana penaikan tarif dasar listrik (TDL) 15% secara bertahap pada tahun 2013 difokuskan pada golongan pelanggan industri, bisnis dan pemerintah. Adapun untuk pelanggan rumah tangga dengan voltase 450 -900 VA (volt ampere), tarif TDL tetap.

"Yang kita naikan bukan untu 450 - 900, itu tetap tidak naik. tapi elbih banyak di industri bisnis dan pemeritah. (Golongan pelanggan 450 - 900 VA) itu adalah mereka yang baru menikmati kehidupan dan kemerdekaan (yang dirumah). Biarkan mereka, ini namanya silang subsidi," kata Rudi, di Jakarta, akhir pekan ini.

Adapun untuk golongan pelanggan industri, bisnis dan pemerintah dengan besaran voltase mulai 2200 VA, TDL akan dinaikkan antara 4-5% per triwulan. Dengan penaikan tersebut, ia menegaskan seharusnya industri tidak perlu memprotes penaikan TDL tersebut. "Kan ekuivalen cuma dengan 1,5% sebulan. Bagi yang 2200 VA bayarannya sekitar Rp 150 ribu (per bulan) dikali 1,5% jadi Rp 3.000 , masa naikin Rp 3.000 mau demo. Industri itu pembeli kalau mau beli silahkan kalau tidak terserah," ujarnya.

Seperti diketahui dalam Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Agustus lalu pemerintah mengajukan penaikan TDL sebesar 15% yang dilakukan secara bertahap per triwulan. Alasan penaikan TDL lantaran disparitas yang sudah terlalu jauh antara biaya pokok produksi (BPP) dan TDL. Adapun saat ini BPP sebesar Rp 1.163 per kwh, semetara TDL sebesar Rp 636 per kwh.

Rudi menjelaskan 73% dari pengeluaran BPP dikontribusi oleh pembelian bahan bakar. Efisiensi menggunakan energi alternatif sudah dilakukan oleh PLN dengan memperbanyak penggunaan batubara yang lebih murah dibanding BBM. Akan tetapi efisiensi tersebut masih belum cukup lantaran PLN juga mempunyai kewajiban untuk meningkatkan elektrifikasi.

"Penurunan penggunanaan BBM itu pun belum cukup. elektrifikasi kita berapa? baru 72%. Tahun ini (ditargetkan) 75%, tahun depan 77%. Itu pakai duit (untuk) kabelnya, travonya. Itu namanya margin, naik marginnya 7 persen. Harus ada yang nanggung bareng 7 persen," kata dia.

Lebih jauh ia mengatakan tanpa ada kenaikan TDL, maka subsidi akan membengkak Rp 12 triliun dari yang ditetapkan di RAPBN 2013. Pada RAPBN 2013, subsidi listrik ditetapkan sebesar Rp 80 triliun. Apabila listrik tidak jadi naik, maka subsidi menjadi Rp92 triliun.

"Ini menjadikan pemerintah punya tabungan misalnya 10 T nih dari listrik. Jadi punya kesempatan untuk rencana-rencana lain," tukasnya. (Aim/OL-3)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo